General information

Air Cucian Kaki Arya Wedakarna Diminum Seorang Lelaki, Bagaimana Pendapat Anda? | Website menawarkan berita yang paling paling banyak dilihat

Anda sedang mencari topik Air Cucian Kaki Arya Wedakarna Diminum Seorang Lelaki, Bagaimana Pendapat Anda? kan? Torajalutaresort.com akan memperkenalkan Anda pada topik weda karna di artikel berikut. Lihat artikel ini sekarang.

Air Cucian Kaki Arya Wedakarna Diminum Seorang Lelaki, Bagaimana Pendapat Anda? | Saluran untuk berbagi kiat gratis yang bermanfaat.

Lihat detail video di bawah ini

Gambar yang berhubungan dengan weda karna disediakan gratis oleh Torajalutaresort.

Air Cucian Kaki Arya Wedakarna Diminum Seorang Lelaki, Bagaimana Pendapat Anda?

Selain artikel tentang topik tersebut Air Cucian Kaki Arya Wedakarna Diminum Seorang Lelaki, Bagaimana Pendapat Anda? Anda dapat melihat lebih banyak artikel terkait hotel di sini: Lihat detailnya di sini.

Informasi terkait dengan artikel Air Cucian Kaki Arya Wedakarna Diminum Seorang Lelaki, Bagaimana Pendapat Anda?.

Pada unggahan tersebut, admin dari instagram lelaki yang bernama lengkap Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna Mahendradatta Wedasteraputra Suyasa menuliskan, BAGIAN 1 Liputan Admin Di Acara Sugeng Wiyosan 41 TRADISI PURI TEGEH KORI @shribhismavedanta sebagai Putra memberikan penghormatan keorang tua, Membasuh Cokor Beliau Ratu Gusti, sebagai wujud penghormatan pada ayahnda pada saat hari kelahiran Guru Rupaka 23 Agustus 2021 di Istana Mancawarna Tampaksiring. Karya dipuput oleh Ida Pedanda Gede Lanang Sebali Tianyar Arimbawa saking Griya Tegeh Karangasem @istanamancawarnabali ( admin ) @jokowi #wedakarna #shribhismavedanta 

Selengkapnya di .

Torajalutaresort Semoga pengetahuan yang kami berikan tentang topic weda karna akan Valid untuk Anda. Terima kasih banyak.

Lihat apa yang ditelusuri orang-orang dari subjek Air Cucian Kaki Arya Wedakarna Diminum Seorang Lelaki, Bagaimana Pendapat Anda?.

weda karna

Arya wedakarna,bali berdaulat,sukla satyagraha,dpd ri dapil bali arya wedakarna,awk hare krisna,awk dipukul,arya wedakarna raja majapahit

#Air #Cucian #Kaki #Arya #Wedakarna #Diminum #Seorang #Lelaki #Bagaimana #Pendapat #Anda

Raihan Mandasari

Hello everyone, this is Raihan Mandasari. I am a person who likes to explore, like to travel, food, culture of regions in Indonesia. So I created this website for the purpose of sharing knowledge about restaurants, hotels, cuisine, culture, tourism ... We hope the information that I share will be valuable to you.

Related Articles

17 Comments

  1. ॐ स्वस्त्यस्तू ।७कलौ इतू उन्तूक् कॅपॅन्तिङन् कॅल्वर्गञ यङ् मॅन्जदिकन् अनक्ञ सूपूत्र बिअर्कन् बॅर्कॅम्बङ्
    लम लम मॅन्जदि कॅबिअसान्।। सॅमोग बॅर्करून्य
    स्वह।।

  2. Sah sah sah…apa yg di lakukan AWK..yg tahu hanya belio…mgkin ini tradisi klg belio…yg lain klo ngk sepaham jgn membullyx.
    Saya juga punya tradisi spt. ini.

  3. Kalo itu membilas n mencium kaki seorang ibu kandung baguslah
    Kita rakyatnya Jokowi, raja diraja di Nusantara ini pengendali 270 juta penduduk NKRI belum tentu semua akan melakukannya, *dan beliaupun sptnya tidak mau melakukannya*.
    Dr perbuatan seorang Wedakarna saya sangat tidak setuju krn telah merendahkan derajat manusia🙈🙉

  4. Ah biasa aja, d nusantara itu udh ada sejak jaman baheula.. mnm air cucian kaki bapak, cucian kaki ibu, hal yg lumrah.. jangan pada norak bro … Wkwkwkwkwkw

  5. Maaf sblm nya admin ,,baru kali ini sy melihat bokoran / tempat Banten ,di gunakan untuk membasuh kaki ,,dan setau sy dr nenek sy sndri di Bali TDK ada yg nama nya meminum air basuhan kaki ,terkecuali si anak durhaka ke pada ibu nya ,dan kebetulan si anak itu sedang hamil ,nh di sana lah si anak membasuh kaki ibu nya dan meminum / menyiram diri nya dengan air basuhan kaki ibu nya ,,maaf sekali lagi admin telusur Bali ,sy cumak sekedar mengeluarkan apa yg pernah sy dengar dr nenek sy sndr mengenai Vidio ini ,
    Dan sy mohon maaf dgn orang " yg TDK setuju dengan komentar sy ,tp ini sekedar ungkapan saja

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button